Showing posts with label Seputar Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Seputar Indonesia. Show all posts

Disinilah saya ingin memberikan Download musik terbaik Captain Jack menurut Pribadi. Diberikan kepada kamu.. :)

Captain Jack
Captain Jack terbentuk di Yogyakarta 4 desember 1999

lewat sebuah penyatuan hati, emosi, pengalaman hidup

dan keinginan yang menuntun 5 anak muda ke dalam dunia seni yang sarat akan kreativitas. Captain Jack mungkin cuma sebuah nama aneh, tapi nama ini kami pilih sebagai sebuah tempat kami pulang dan menumpahkan segala emosi serta pikiran dari yang terkonsep hingga yang jorok...
Read More
Indonesia

Mungkin banyak diantara anda yang mengetahui para penemu dari luar negri, tapi saya yakin masih banyak di antara anda yang belum tahu para penemu dari bangsa kita sendiri, untuk itu mari kita simak nama-nama penemu dari indonesia berikut hasil penemuannya :

1. Abdul Jamil Ridho & Niti Soedigdo - Penemu Varietas Unggul Singkong Raksasa
2. Adi Rahman Adiwoso - Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit
3. Alexander Kawilarang - Penemu Kapal Ikan Bersirip
4. Andrias Wiji Setio Pamuji - Penemu Reaktor Biogas
5. Arief Mulyana Djumra - Penemu Pemacu Produktifitas dan Kualitas Udang dan Ikan
6. Aryadi Suwono & Tim Peneliti ITB - Penemu Bahan Pendingin Baru yang Lebih Hemat Energi
7. Ayub S. Parnata - Penemu Bakteri Kompos Organik
8. Bacharuddin Jusuf Habibie - Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)
9. Budi Noviantoro - Penemu Klip Penambat Bantalan Kereta Api dengan Dua Gigi
10. Dani Hilman Natawijaya - Penemu Indikator Alam (Terumbu Karang) terhadap Siklus Gempa
11. Djuanda Suraatmadja - Penemu Beton Polimer yang Ramah Lingkungan
12. Eddyman, Intan Elfarini & Kanaka Sundhoro - Penemu Obat Antinyamuk Alami dan Murah
13. Evvy Kartini - Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas
14. Fuad Affandi - Penemu Pupuk Alami dari Air Liur
15. Herman Johannes - Penemu Tungku Berbahan Bakar Briket Arang Kayu dan Dedaunan
16. I Gede Ngurah Wididana - Penemu Formula Minyak Oles Bokhasi
17. I Made Budi - Penemu Formula Sari Buah Merah untuk Pengobatan
18. Lalu Selamat Martadinata - Penemu Alat Pemanggil Ikan
19. M. Djoko Srihono - Penemu Penjernih Air Limbah
20. Maruni Wiwin Diarti - Penemu Senyawa Antimikroba dari Rumput Laut
21. Minto - Penemu Kompor dan Pengering Hasil Tani dengan Tenaga Matahari
22. Mumu Sutisna - Penemu Hormon Penyubur Anakan Padi
23. Mulyoto Pangestu - Penemu Teknik Ekonomis Pembekuan Sperma
24. Neny Nurainy - Penemu Varian Virus Hepatitis B Indonesia
25. Puji Slamet Arif - Penemu Motor Listrik Hemat Energi
26. Rahmiana Zein - Penemu Teknik Pemisahan Cairan dalam Kecepatan Tinggi
27. Randall Hartolaksono - Penemu Formula Kimia Pemadam Api Ramah Lingkungan
28. Rizal & Juffri Sahroni - Penemu Penghemat Bahan Bakar Diesel
29. Robert Manurung - Penemu Minyak Jarak Murni
30. Saverinus Nurak - Penemu Mesin Pompa Tangan Berkekuatan Tinggi
31. Sutjipto & Ryantori - Penemu Konstruksi Fondasi Sarang Laba-laba
32. Sutrisno - Penemu Alat Perangkap Lalat Buah
33. Sedijatmo - Penemu Konstruksi Fondasi Cakar Ayam
34. Septinus George Saa - Penemu Rumus Penghitung antara Dua Titik Rangkaian Resistor
35. Sofin Hadi - Penemu Metode Cincin untuk Sunat Tanpa Luka
36. Sri Wuryani, Mustadjab, Euis M. Nirmala, Siwi Hardiastuti - Penemu Pengawet Aroma dalam Hampa
37. Tjokorda Raka Sukawati - Penemu Landasan Putar Bebas Hambatan Sosrobahu
38. Warsimin Adiwarsito - Penemu Marmer Buatan
39. Widowati Siswomihardjo - Penemu Bahan Baru untuk Gigi Palsu yang Lebih Aman dan Murah
40. Windu Hernowo - Penemu Penghemat Bahan Bakar Mesin
41. Yanto Lunardi Iskandar - Anggota Tim Penemu HIV & Metode Peningkatan Hematopoiesis
42. Yudi Utomo Imardjoko - Penemu Kontainer Limbah Nuklir
43. Zahlul Badaruddin - Penemu Zahlul Integrated Unit (Desain Sistem Efisien untuk Produksi Obat/Kimia)


Read More
1. B.J Habibie
B.J Habibie
  Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 73 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.
Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Baik Alwi Abdul Jalil Habibie maupun R.A.Tuti Marini Puspowardojo bukan kelahiran Sulawesi Selatan. Alwi Abdul Jalil Habibie lahir pada tanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalo dan R.A.Tuti Marini Puspowardojo lahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunya anak seorang spesialis mata di Yogya, ayahnya bernama Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah. Ia bersaudara tujuh orang.
Beliau belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 1955-1965 dia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. Dia kemudian bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm di Hamburg, hingga mencapai puncak karir sebagai wakil presiden bidang teknologi. Pada 1973 kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.Dan sekarang beliau menjadi warga negara jerman dan mendapat royalti dari airbus karena rumusnya dipakai oleh maskapai tersebut
Read More
Ini adalah pembahasan cerita yang saya janjikan... Selamat menikmati.

Paru Paru Kota

Menurut data State of the World’s Forests 2007’ yang dikeluarkan the UN Food & Agriculture Organization’s (FAO), angka deforestasi Indonesia 2000-2005 1,8 juta hektar/tahun. Sedangkan Brazil dalam kurun waktu yang sama 3,1 juta hektar/tahun dengan gelar kawasan deforestasi terbesar di dunia. Namun karena luas kawasan hutan totalIndonesia jauh lebih kecil daripada Brasil, maka laju deforestasiIndonesia menjadi jauh lebih besar. Laju deforestasi Indonesia adalah 2% per tahun, dibandingkan dengan Brasil yang hanya 0.6%.
Tingginya angka deforestasi ini, juga terlihat di Jambi, berdasarkan analisis peta citra satelit yang dilakukan KKI Warsi dan Birdlife Indonesia, dalam kurun 10 tahun Jambi kehilangan 1 juta hektar hutannya. penyebabnya ketidak mampuan aparat penegah hukum untuk mengegakkan aturan untuk menghentikan aksi-aksi destruktive logging. Padahal segala dampak nyata akibat kerusakan hutan telah dirasakan, banjir, kekeringan, erosi, longsor, sedimentasi dan sebagainya
Dampak lainnya yang juga kini mengancam manusia akibat laju kerusakan hutan adalah berkembangnya berbagai virus yang mematikan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Hadi S Alikodra, Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Bogor. Menurutnya perkembangan virus flu burung yang telah merenggut puluhan jiwa Orang Indonesia sejak dua tahun belakangan ini tidak lepas dari deforestasi yang tinggi di negeri ini.
Jumlah mikroba yang hidup di alam seimbang dengan ekosistemnya sehingga tidak sampai menyerang manusia. Tapi apa lacur! Manusialah yang merusak ekologi mikroba tersebut. Hasilnya: keseimbangan hidup mikroba pun berubah. Dan perubahan itu menyebabkan mikroba mengalami transformasi dalam kehidupannya. Mikroba transformatif itulah yang akhirnya menyerang manusia.
Flu burung merupakan penyakit yang menular lewat pernafasan. Berdasarkan penelitiannya di Cina, penyebab kedua penyakit tersebut adalah polusi udara dan penebangan hutan yang sewenang-wenang. Polusi udara di Cina saat ini sudah mencapai tahap yang sangat berbahaya. Kondisi tersebut ditambah lagi dengan minimnya suplai oksigen (O2) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Seperti diketahui, suplai oksigen terbesar berasal dari hutan. Jika hutan itu rusak, maka suplai oksigen pun berkurang. Dampaknya luar biasa: mikroba akan tumbuh subur dan perkembangbiakannya tak terkendali. Sebab, oksigen – yang bila terkena sinar ultraviolet dari matahari berubah menjadi ozon (O3) dan O nascend – adalah pembunuh mikroba dan virus yang amat efektif.
Bila oksigen itu berkurang, pembunuh mikroba dan virus pun berkurang. Dampaknya, mikroba dan virus akan makin berkembang, hingga muncullah varian baru virus flu burung HxNy, dengan yang kini menyerang manusia merupakan farian H5N1. So, apakah kita akan birakan hutan hancur dan virus, bakteri dan mikroba lain yang selama ini hidup tenang dihabitatnya gentayangan dengan beragam varian dan siap menyerang manusia?


 ini perkiraan hutan di bumi pada 1 abad yang lalu


 ini perkiraan hutan di bumi sekarang.ini menjadi bukti bahwa di bumi ini hanya 3 hutan hujan saja yang tersisa.hutan hujan di amazon,hutan di afrika,dan hutan hujan di indonesia.

Read More
Kalimantan (toponim: Kalamantan/Calémantan/KalémantanKelamantan/Kilamantan/Klamantan/Klémantan/K'lemantan/Quallamontan) adalah pulau terbesar ketiga di dunia yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan dibagi menjadi wilayah Brunei, Indonesia (dua per tiga) dan Malaysia (sepertiga). Pulau Kalimantan terkenal dengan julukan "Pulau Seribu Sungai" karena banyaknya sungai yang mengalir di pulau ini.
Pada zaman dahulu, Borneo -- yang berasal dari nama kesultanan Brunei -- adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda untuk menyebut pulau ini secara keseluruhan, sedangkan Kalimantan adalah nama yang digunakan oleh penduduk kawasan timur pulau ini yang sekarang termasuk wilayah Indonesia. Wilayah utara pulau ini (Sabah, Brunei, Sarawak) dahulu dalam bahasa Indonesia disebut dengan Kalimantan Utara, tetapi dalam pengertian sekarang Kalimantan Utara adalah Kalimantan Timur bagian utara.
Dalam arti luas "Kalimantan" meliputi seluruh pulau yang juga disebut dengan Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indonesia.
Asal-usul nama Kalimantan tidak begitu jelas. Sebutan kelamantan digunakan di Sarawak untuk menyebut kelompok penduduk yang mengonsumsi sagu di wilayah utara pulau ini. Menurut Crowfurd, kata Kalimantan adalah nama sejenis mangga (Mangifera) sehingga pulau Kalimantan adalah pulau mangga, namun dia menambahkan bahwa kata itu berbau dongeng dan tidak populer. Mangga lokal yang disebut klemantan ini sampai sekarang banyak terdapat di perdesaan di daerah Ketapang dan sekitarnya, Kalimantan Barat.
Menurut C. Hose dan Mac Dougall, "Kalimantan" berasal dari nama-nama enam golongan suku-suku setempat yakni Iban (Dayak Laut), Kayan, Kenyah, Klemantan (Dayak Darat), Murut, dan Punan. Dalam karangannya, Natural Man, a Record from Borneo (1926), Hose menjelaskan bahwa Klemantan adalah nama baru yang digunakan oleh bangsa Melayu. Namun menurut Slamet Muljana, kata Kalimantan bukan kata Melayu asli tapi kata pinjaman sebagai halnya kata Malaya, melayu yang berasal dari India (malaya yang berarti gunung).

Penemuan Spesies Baru di Kalimantan

Peneliti  Wildlife mengatakan, mereka telah menemukan 123 spesies baru d
i pulau Kalimantan, termasuk kodok berkepala datar, serangga terpanjang di dunia dan siput ekor panjang.
Kelompok konservasi WWF menemukan tempat penelitian di daerah terpencil yang dengan hutan lebat, hutan hujan tropis yang berbatasan dengan Malaysia, dan Brunei di Kalimantan (Indonesia).
pada tahun 2007 ditunjuk 220.000 kilometer persegi (88.000 mil persegi) kawasan sebagai “Heart of Borneo” dalam upaya untuk melestarikan hutan tropis.
“Kami telah menemukan rata-rata tiga spesies baru satu bulan dan sekitar 123 selama tiga tahun terakhir, dengan sedikitnya 600 spesies baru ditemukan dalam 15 tahun terakhir,” kata Adam Tomasek, kepala WWF Heart of inisiatif Borneo AFP dari Brunei.
“Penemuan baru saja menunjukkan kekayaan keanekaragaman hayati di Pulau Kalimantan dan janji masa depan lebih banyak penemuan yang akhirnya bisa membantu mengobati penyakit seperti kanker dan AIDS dan berkontribusi untuk kehidupan sehari-hari kita,” katanya.
The “Heart of Borneo” adalah wilayah  rumah bagi 10 jenis primata, lebih dari 350 burung, 150 reptil dan amfibi dan sekitar 10.000 tanaman yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia, kata laporan itu.
Penemuan mereka diantaranya adalah tujuh sentimeter (tiga inci) kodok berkepala datar, yang dikenal sebagai “kalimantanensis Barbourula”, ditemukan pada tahun 2008 dan yang bernafas sepenuhnya melalui kulitnya bukan paru-paru.
Para peneliti pada tahun yang sama juga menemukan “Phobaeticus chani”, Serangga terpanjang Didunia dengan panjang 36 sentimeter. Hanya tiga spesimen makhluk itu pernah ditemukan.
Hal lain yang menarik adalah ditemukan Siput ekor panjang yang menggunakan “panah cinta” terbuat dari kalsium karbonat untuk menembus dan menyuntikkan hormon ke pasangan untuk meningkatkan peluang reproduksi.
“Apa yang kita inginkan adalah memiliki keseimbangan sehingga kita memiliki dasar konservasi dan pembangunan berkelanjutan untuk melindungi situs ini unik untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Read More
Kawa Daun


Anda pernah mencicipi hangatnya Aia (air) Kawa? Aia Kawa adalah salah satu jenis minuman khas dari Ranah Minang yang terbuat dari daun kopi jenis lokal pilihan yang diolah terlebih dahulu. Orang Minang, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi seperti Batusangkar, Bukit tinggi, Payakumbuh dan Sawahlunto mempunyai kebiasaan unik dalalam menikmati kopi. Selain minum kopi dari biji kopi olahan, orang Minang atau orang Padang mengolah daun kopi untuk disajikan sebagai minuman saat bersantai atau berkumpul dengan sanak saudara. Minuman tersebut dinamakan “Kawa daun” atau “Kopi Kawa”.
Konon, kebiasaan minum Kopi Kawa daun dimulai pada zaman penjajahan kolonial. Rakyat pribumi saat itu diwajibkan pemerintah kolonial untuk menanam kopi di tanah dan halaman rumah mereka. Namun semua hasil panen kopi diambil penjajah dan diekspor ke luar negeri. Minum kopi pada masa itu merupakan suatu kemewahan tersendiri. Warga pribumi yang ingin sekali minum kopi, akhirnya memanfaatkan daun kopi yang tersisa untuk diolah menjadi minuman seperti kopi. Tak ada akar rotan pun jadi kata pepatah, tak ada biji kopi warga cukup terhibur menikmati Kopi Kawa. Untuk membuat segelas seduhan Aia Kawa hampir mirip dengan membuat air teh. Bedanya Aia Kawa dibuat dari

Read More
Previous PostOlder Posts Home