Sansevieria atau lidah mertua merupakan salah satu tumbuhan yang mampu bertindak sebagai pembersih udara dengan menyerap dan menetralisir polutan (racun) dari udara. Sansevieria adalah tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing. Tumbuhan ini berdaun tebal dan memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Namun dalam kondisi lembap atau basah, sansiviera bisa tumbuh subur.
Showing posts with label Nature (Alam). Show all posts
Showing posts with label Nature (Alam). Show all posts
Menurut data State of the World’s Forests 2007’ yang dikeluarkan the UN Food & Agriculture Organization’s (FAO), angka deforestasi Indonesia 2000-2005 1,8 juta hektar/tahun. Sedangkan Brazil dalam kurun waktu yang sama 3,1 juta hektar/tahun dengan gelar kawasan deforestasi terbesar di dunia. Namun karena luas kawasan hutan totalIndonesia jauh lebih kecil daripada Brasil, maka laju deforestasiIndonesia menjadi jauh lebih besar. Laju deforestasi Indonesia adalah 2% per tahun, dibandingkan dengan Brasil yang hanya 0.6%.
Tingginya angka deforestasi ini, juga terlihat di Jambi, berdasarkan analisis peta citra satelit yang dilakukan KKI Warsi dan Birdlife Indonesia, dalam kurun 10 tahun Jambi kehilangan 1 juta hektar hutannya. penyebabnya ketidak mampuan aparat penegah hukum untuk mengegakkan aturan untuk menghentikan aksi-aksi destruktive logging. Padahal segala dampak nyata akibat kerusakan hutan telah dirasakan, banjir, kekeringan, erosi, longsor, sedimentasi dan sebagainya
Dampak lainnya yang juga kini mengancam manusia akibat laju kerusakan hutan adalah berkembangnya berbagai virus yang mematikan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Hadi S Alikodra, Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Bogor. Menurutnya perkembangan virus flu burung yang telah merenggut puluhan jiwa Orang Indonesia sejak dua tahun belakangan ini tidak lepas dari deforestasi yang tinggi di negeri ini.
Jumlah mikroba yang hidup di alam seimbang dengan ekosistemnya sehingga tidak sampai menyerang manusia. Tapi apa lacur! Manusialah yang merusak ekologi mikroba tersebut. Hasilnya: keseimbangan hidup mikroba pun berubah. Dan perubahan itu menyebabkan mikroba mengalami transformasi dalam kehidupannya. Mikroba transformatif itulah yang akhirnya menyerang manusia.
Flu burung merupakan penyakit yang menular lewat pernafasan. Berdasarkan penelitiannya di Cina, penyebab kedua penyakit tersebut adalah polusi udara dan penebangan hutan yang sewenang-wenang. Polusi udara di Cina saat ini sudah mencapai tahap yang sangat berbahaya. Kondisi tersebut ditambah lagi dengan minimnya suplai oksigen (O2) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Seperti diketahui, suplai oksigen terbesar berasal dari hutan. Jika hutan itu rusak, maka suplai oksigen pun berkurang. Dampaknya luar biasa: mikroba akan tumbuh subur dan perkembangbiakannya tak terkendali. Sebab, oksigen – yang bila terkena sinar ultraviolet dari matahari berubah menjadi ozon (O3) dan O nascend – adalah pembunuh mikroba dan virus yang amat efektif.
Bila oksigen itu berkurang, pembunuh mikroba dan virus pun berkurang. Dampaknya, mikroba dan virus akan makin berkembang, hingga muncullah varian baru virus flu burung HxNy, dengan yang kini menyerang manusia merupakan farian H5N1. So, apakah kita akan birakan hutan hancur dan virus, bakteri dan mikroba lain yang selama ini hidup tenang dihabitatnya gentayangan dengan beragam varian dan siap menyerang manusia?
ini perkiraan hutan di bumi pada 1 abad yang lalu
ini perkiraan hutan di bumi sekarang.ini menjadi bukti bahwa di bumi ini hanya 3 hutan hujan saja yang tersisa.hutan hujan di amazon,hutan di afrika,dan hutan hujan di indonesia.
Mengapa air laut rasanya asin ?
Fenomena ini banyak yang mempertanyakan
dan mungkin banyak pula yang belum tahu jawabannya. Untuk itu kami akan
menyampaikan ringkasan tentang fenomena tersebut
Sebetulnya rasa asin pada air laut berasal dari daratan , kronologisnya
begini . Pasa saat terjadi hujan didaratan air akan meresap dalam tanah
dan sedikit demi sedikit akan keluar lagi melalui sungai-sungai dan akhirnya mencapai laut . Nah pada saat perjalanan menuju ke laut
tersebut air dari daratan juga membawa garam-garam mineral sehinga laut
dipenuhi garam-garam mineral.
Kita mengetahui laut mempunyai permukaan yang sangat luas sehingga hal
ini menjadi salah satu faktor penguapan yang cukup besar , pada saat air
laut menguap yang menguap hanyalah H2O (air )sedang garam garam mineral
tetap tinggal bersama air laut , begitulah sehinggga air laut rasanya
asin . Kadar keasinan air laut ini dipengaruhi oleh faktor suhu,
biasanya semakin panas daerah tersebut air lautnya semakin asin.
Lalu
kenapa air di danau itu tidak berasa asin padahal airnya juga dari
daratan ?
Jawabanya karena permukaan air danau tidak cukup luas
sehinggga penguapannya tidak begitu besar, maksudnya air yang menguap
dengan air yang masuk ke danau masih balance dan sumber mineralnya
sangat terbatas beda dengan laut yang sumber mineralnya dari berbagai
penjuru dunia menjadi satu
Siapapun tahu dan kamu tidak akan menyangkal kalo air yang murni itu tidak memiliki warna. Sama seperti kaca, Bening! Lantas mengapa air laut berwarna biru? And...langit juga berwarna biru?

Cari ketemu cari, akhirnya SEGITIGA berhasil memperoleh data dari
fisikaasyik.com bahwa warna biru itu berasal dari cahaya matahari yang
memiliki panjang gelombang yang besar. Ketika memasuki atmosfir Bumi,
panjang gelombangnya mengecil dan memencar. Panjang gelombang yang baru
ini besarnya sama dengan panjang gelombang warna biru. Sebenarnya,
peristiwa ini tidak berbeda dengan masuknya cahaya melalui prisma.
Cahaya yang masuk bakal terbias menjadi beberapa warna utama: ungu,
nila, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Warna ungu memiliki
panjang-gelombang tertinggi, dan warna merah terkecil - sehingga muncul
istilah ultraungu dan inframerah.
Mars utara daerah kutub dalam transisi
Studi menunjukkan bahwa Kutub Utara Cap ditutupi oleh air beku dan karbon dioksida dalam es musim dingin dan musim semi, tetapi menghangatkan es karbon dioksida dan menguap ke atmosfer selama musim panas Planet Merah.
Sebuah gambar yang baru dirilis dari ESA Mars Express menunjukkan kutub utara Mars selama titik balik matahari musim panas Planet Merah itu. Semua es karbon dioksida telah pergi, hanya meninggalkan topi cerah air es.
Gambar ini, diambil oleh Kamera Resolusi Tinggi Stereo pengorbit pada 17 Mei 2010, menunjukkan bagian dari wilayah kutub utara Mars selama titik balik matahari musim panas. Solstice adalah hari terpanjang dan awal musim panas untuk belahan bumi utara planet.
Perisai es ditutupi oleh air beku dan karbon dioksida dalam es musim dingin dan musim semi, tetapi dengan titik ini dalam tahun Mars semua es karbon dioksida telah menghangat dan menguap ke atmosfer planet.
Hanya air es yang tersisa di belakang, yang muncul sebagai daerah putih terang di foto ini. Dari lapisan ini, semburan besar uap air kadang-kadang dilepaskan ke atmosfer.
Es kutub mengikuti musim. Di musim dingin, bagian dari recondenses suasana seperti es dan salju di tutup utara. Deposito ini musiman dapat memperpanjang selatan sejauh 45 ° lintang utara dan bisa sampai satu meter tebal.
Fenomena lain terjadi pada scarps melengkung dari topi kutub utara, seperti kemiringan Tenuis Rupes (di sebelah kiri gambar ini). Selama musim semi, lapisan karbon dioksida musiman tertutup oleh air es. Pada waktu-waktu tertentu, angin menghilangkan lapisan milimeter-tebal atas air beku, mengungkapkan es karbon dioksida di bawah.
Proses ini menjadi saksi siklus air di Mars yang dinamis dan dapat menyebabkan akumulasi berbagai air es di atas kutub.
Fitur terlihat lain dalam gambar ini meliputi Chasma Boreale ngarai, deposito berwarna, dan bidang gundukan besar. Chasma Boreale adalah sekitar 1 mil (2 km) yang mendalam, km 360 (580 km) panjang, dan sekitar 60 mil (100 km) lebar. Dinding memungkinkan pandangan yang sempurna ke dalam strata dalam deposito. Ada dampak kawah di lantai ngarai, beberapa sangat tertutup oleh pasir dan beberapa sebagian digali.
Deposito gelap dan terang-kencang dapat dilihat sebagai penutup yang baik dan teratur. Sedimen gelap telah dijatuhkan oleh angin badai debu selama musim semi. Pola dibuat ketika deposito perubahan kuantitas sesuai dengan musim.
Tutup kutub dikelilingi oleh lapangan gundukan besar, bagian yang memperpanjang 370 (600 km) ke selatan.
Mars Express akan segera menggunakan radar untuk menyelidiki topi kutub utara dalam tiga dimensi. Karena antena radar ditempatkan pada pertengahan 2005, tim telah menunggu kondisi yang tepat untuk mengamati daerah.
Radar bekerja paling baik pada malam hari ketika gangguan listrik dari atmosfer planet adalah minimal. Sebuah kesempatan yang baik untuk mengamati bentuk topi itu, kedalaman, dan komposisi terjadi pada Agustus dan September 2011.
|
Previous PostOlder Posts
Home

